Showing posts with label RPP. Show all posts
Showing posts with label RPP. Show all posts

Saturday, 31 December 2016

RPP KTSP SD KELAS 6 SEMESTER 1 DAN 2 LENGKAP

Selamat tahun baru 2017 :)
Kali ini saya mau memberikan contoh RPP KTSP SD KELAS 6 SEMESTER 1 DAN 2.
Link download seperti biasa ada di bawas postingan ini






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah       :   ..................................
Mata Pelajaran    :   Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas                     :   VI (Enam)
Semester               :   I (Satu)
Alokasi Waktu      :  2 x 35  menit.

Standar Kompetensi**
1.   Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Kompetensi Dasar
1.1  Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

A.     Tujuan Pembelajaran
§  Siswa mampu menyebutkan macam-macam perlawanan di daerah pada masa penjajahan.
§  Siswa mampu menceritakan arti dan nilai Kebangkitan Nasional.
§  Siswa mampu menceritakan arti dan nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda.
§  Siswa mampu mendeskripsikan nilai-nilai juang para pahlawan ( NK. Semangat kebangsaan : Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya )
§  Siswa mampu menjelaskan proses perjuangan meraih kemerdekaan. ( NK. Cinta tanah air : Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. )

v  Karakter siswa yang diharapkan :  
§  Semangat kebangsaan,
§  Cinta tanah air.

v  Kewirausahaan/Ekonomi Kreatif :
§  Percaya diri, Berorientasi tugas dan hasil, Berani mengambil resiko

B.     Materi Ajar
§  Indonesia dijajah oleh bangsa asing.
§  Kebangkitan Nasional.
§  Sumpah Pemuda.





Indonesia di Jajah Bangsa Asing


o   Penjajahan Portugis

o   Penjajahan Belanda

Selepas Syarikat Hindia Timur Belanda (SHTB) menjadi muflis pada akhir abad ke-18 dan selepas penguasaan United Kingdom yang singkat di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih pemilikan SHTB pada tahun 1816. Belanda berjaya menumpaskan sebuah pemberontakan di Jawa dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Selepas tahun 1830, sistem tanam paksa yang dikenali sebagai cultuurstelsel dalam bahasa Belanda mula diamalkan. Dalam sistem ini, para penduduk dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasaran dunia pada saat itu, seperti teh, kopi dan sebagainya. Hasil-hasil tanaman itu kemudian dieksport ke luar negara. Sistem ini memberikan kekayaan yang besar kepada para pelaksananya - baik orang Belanda mahupun orang Indonesia. Sistem tanam paksa ini yang merupakan monopoli pemerintah dihapuskan pada masa yang lebih bebas selepas tahun 1870.
Pada tahun 1901, pihak Belanda mengamalkan apa yang dipanggil mereka sebagai Politik Beretika (bahasa Belanda: Ethische Politiek) yang termasuk perbelanjaan yang lebih besar untuk mendidik orang-orang pribumi serta sedikit perubahan politik. Di bawah Gabenor Jeneral J.B. van Heutsz, pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang tempoh penjajahan mereka secara langsung di seluruh Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan asas untuk negara Indonesia pada saat ini.

o   Pendudukan Jepun

Pada bulan Julai 1942, Sukarno menerima tawaran Jepun untuk mengadakan kempen awam supaya membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawapan kepada keperluan-keperluan tentera Jepun. Sukarno, Mohammad Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo dikurniakan pingat oleh maharaja Jepun pada tahun 1943. Tetapi pengalaman Indonesia daripada penguasaan Jepun amat berbeza-beza, bergantung kepada tempat duduk seseorang serta status sosialnya. Bagi mereka yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami seksaan, penganiayaan seks kanak-kanak, penahanan sembarangan dan hukuman mati, serta kejahatan-kejahatan perang yang lain. Orang Belanda dan orang kacukan Indonesia-Belanda merupakan sasaran yang utama untuk kezaliman pada zaman penguasaan Jepun di Indonesia.
Pada bulan Mac 1945, Jepun membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Dalam mesyuarat pertamanya pada bulan Mei, Soepomo mencadangkan persepaduan negara dan membantah individualisme; sementara itu, Muhammad Yamin mengusulkan bahawa negara baru tersebut juga sekaligus menuntut Sarawak, Sabah, Tanah Melayu, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.
Pada 9 Ogos 1945, Sukarno, Hatta dan Radjiman Widjodiningrat terbang ke Vietnam untuk bertemu dengan Marsyal Terauchi. Akan tetapi mereka diberitahu bahawa angkatan tentera Jepun sedang menuju ke arah kehancuran. Walaupun demikian, Jepun beringinkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Ogos.

Kebangkitan Nasional Indonesia

Kebangkitan Nasional adalah Masa dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Tokoh-Tokoh

Tokoh-tokoh yang mempolopori Kebangkitan Nasional, antara lain yaitu :
  1. Sutomo
  2. Gunawan
  3. Dr. Tjipto Mangunkusumo
  4. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hajar Dewantara)
  5. dr. Douwes Dekker dan Lain-Lain

Asal Usul Kebangkitan Nasional

Selanjutnya pada 1912 berdirilah Partai Politik pertama Indische Partij. Pada tahun ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (Yogyakarta) dan Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang.Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda), 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi karena "boleh memilih", keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Hindia Belanda.Saat ini, Tanggal berdirinya Boedi Oetomo, 20 Mei, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.
Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.[1]

Isi

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Kongres Pemuda Indonesia Kedua

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.

Peserta

Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie namun sampai saat ini tidak diketahui latar belakang organisasi yang mengutus mereka. Sementara Kwee Thiam Hiong hadir sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab.
Bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya Sumpah Pemuda, adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong
Gedung Kramat 106 sempat dipugar Pemda DKI Jakarta 3 April-20 Mei 1973 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda. Gedung ini kembali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974. Dalam perjalanan sejarah, Gedung Sumpah Pemuda pernah dikelola Pemda DKI Jakarta, dan saat ini dikelola Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata
C.     Pendekatan dan Metode Pembelajaran
§  Pendekatan kontekstual.
§  Pendekatan Cooperatif Learning.
§  Diskusi dengan teman sebangku.
§  Tanya jawab.
§  Penugasan.

D.     Langkah-langkah Kegiatan
§  Kegiatan Awal
F  Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama.
F  Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
F  Bertanya jawab tentang kegiatan selama liburan.
§  Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F  Menyimak teks yang dibaca oleh siswa yang ditunjuk secara bergiliran mengenai Indonesia dijajah oleh bangsa asing dengan rasa Semangat kebangsaan
F  Menjelaskan suasana pada masa penjajahan.
F  Diskusi kelas mengenai bangsa apa yang pertama kali datang dan menjajah Indonesia.
F  Menunjukkan foto/gambar para pahlawan daerah dan menanyakan nama dan asalnya.
F  Guru menjelaskan mengapa timbul perlawanan rakyat di berbagai wilayah dengan rasa Cinta tanah air
F  Menyimpulkan Kebangkitan Nasional.
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
F  Berdiskusi mengenai mengapa timbul kesadaran berbangsa.
F  Diskusi Kelompok tentang asal-usul Hari Kebangkitan Nasional.
F  Guru menugaskan siswa untuk menjelaskan isi dan maksud Sumpah Pemuda dengan rasa hormat dan perhatian ( respect ).
& Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
F  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui
F  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.
§  Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
F  Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari selama pertemuan itu untuk mengetahui pencapaian Indikator Pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
F  Siswa dan guru membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari.
F  Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
F  Untuk pengayaan dan mengukur ketercapaian kompetensi, siswa ditugaskan untuk mengerjakan soal-soal yang ada di dalam buku kerja/buku paket PKn

E.     Sumber/Bahan Belajar
§  Gambar/foto para pahlawan, Buku paket , Surat Kabar, dst.
F.      Penilaian
Nilai  Budaya Dan Karakter Bangsa
Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
§ Semangat Kebangsaan : Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya
§ Cinta Tanah Air : Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa
§ Menyebutkan isi Pancasila
§ Menceritakan arti dan nilai Sumpah Pemuda dengan rasa hormat dan perhatian ( respect ).
§ Menceritakanarti dan nilai Kebangkitan Nasional.
§ Memahami nilai tiap-tiap butir Pancasila
§ Mendiskripsi-kan nilai-nilai juang para pahlawan
§ Tugas individu
§ Penilaian sikap
§ Penilaian lisan
§ Penilaian tulis
§ Menceritakan mengapa Indonesia dapat dijajah selama ratusan tahun oleh bangsa asing.
§ Menjelaskan nilai yang terkandung pada Sumpah Pemuda untuk diterapkan pada masa sekarang ini.




                                                                                        ............, ......................20 ...
Mengetahui                                                                              
  Kepala Sekolah                                                     Guru Kelas VI



  ................................                                              .....................................
          NIP -                                                                     NIP -



Untuk download RPP KTSP SD KELAS 6 SEMSTER 1 DAN 2, kalian tinggal klik DISINI untuk mendownloadnya.
Semoga bermanfaat

Friday, 30 December 2016

RPP KTSP SD KELAS 5 SEMESTER 1 DAN 2 LENGKAP

Assalamualaikum Wr. Wb
Kali ini saya mau memberikan contoh RPP KTSP SD KELAS 5 SEMESTER 1 DAN 2.
Semoga postingan saya ini bisa membantu anda para Guru untuk menyelesaikan tugas administrasi sekolah anda.
Di bawah ini adalah salah satu contoh RPP kelas 5.
Link download untuk RPP KTSP SD KELAS 5 SEMESTER 1 DAN 2 ada di bawah postingan ini.



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah     :   ..................................
Mata Pelajaran    :  Pendidikan Kewarganegaraan                      
Kelas                     :  V (Lima)
Semester               :  I (Satu)
Alokasi Waktu     :  4 x 35 menit (2 pertemuan).

Standar Kompetensi**              
1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kompetensi Dasar                
1.1.    Medeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

A.  Tujuan Pembelajaran
§  Siswa dapat mengetahui batas utara, selatan, timur, dan barat NKRI. ( NK. Demokratis : Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain )
§  Siswa dapat mengetahui luas wilayah NKRI dengan menyebutkan posisi lintang dan bujurnya.  ( NK. Rasa ingin tahu : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar )
§  Siswa dapat memahami tujuan penetapan batas-batas fisik NKRI.
§  Siswa memahami fungsi wilayah darat NKRI.
§  Siswa memahami fungsi wilayah laut NKRI.
§  Siswa memahami fungsi wilayah udara NKRI.

v  Karakter siswa yang diharapkan : 
§  Demokratis, Rasa ingin tahu.
v  Kewirausahaan/Ekonomi Kreatif :
§  Percaya diri, Berorientasi tugas dan hasil, Berani mengambil resiko
B.  Materi Ajar
§  Batas wilayah NKRI, luas wilayah NKRI, posisi lintang dan bujurnya, serta tujuan penetapan batas-batas fisik NKRI.

Indonesia merupakan negara
kepulauan. Pulau-pulau di Indonesia
bermacam-macam ukuran. Ada yang
sangat besar, ada yang sedang, ada yang
kecil, dan ada pula yang sangat kecil. Di
antara pulau-pulau besar itu antara lain
Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan
Sumatra. Pulau-pulau ini termasuk pulau-
pulau terbesar di dunia. Jumlah pulau
yang lebih kecil lebih banyak lagi. Di
antaranya adalah Nias, Siberut, Bangka,
Belitung, Madura, Bali, Lombok, Flores,
Ambon, Halmahera, dan masih banyak
lagi.

Ada beberapa pulau kecil yang tidak
berpenghuni. Jumlahnya mencapai 6.000                   Gambar  : Indonesia adalah negara
pulau. Pulau terpadat penduduknya
adalah pulau Jawa. Lebih dari separu                        
dengan pulau terbanyak di dunia.
penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa. Meski demikian, ada beberapa
pulau kecil yang belum memiliki nama. Beribu-ribu pulau di Indonesia dipisahkan
oleh lautan dan selat.

Indonesia terletak di benua Asia, tepatnya di Asia Tenggara.
Wilayah Indo nesia berada di 6 lintang utara (LU)
lintang selatan (LS) dan 95 bujur timur (BT) – 141 bujur timur (BT).

Wilayah Indonesia dilewati oleh garis katulistiwa. Oleh karena itu, Indonesia
memiliki dua musim. Yakni musim penghujan dan musim kemarau.
Indonesia diapit oleh dua benua, yakni benua Asia dan Australia. Benua
Asia terletak di sebelah utara Indonesia. Adapun benua Australia berada di
selatan Indonesia.

Indonesia juga diapit oleh dua samudra. Yakni samudra Hindia dan
samudra Pasifik. Samudra Hindia terletak di sebelah selatan dan barat daya
Indonesia. Adapun samudra Pasifik terletak di sebelah timur Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga dikelilingi oleh negara-negara tetangga. Di
sebelah utara, terdapat negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.
Di sebelah timur terdapat negara Papua Nugini. Di sebelah selatan terdapat
negara Timor Leste dan Australia.

Wilayah lautan Indonesia lebih luas daripada daratan. Oleh karena itu,
Indonesia disebut negara maritim. Luas lautan Indonesia mencapai 70% dari
seluruh luas wilayah Indonesia. Artinya, luas daratan Indonesia hanya 30%
dari keseluruhan luas Indonesia.



§  Fungsi wilayah darat, laut, dan udara NKRI.
Bentangan wilayah Indonesia amatlah luas. Wilayah Indonesia meliputi
daratan, lautan, dan udara. Indonesia termasuk sepuluh negara yang memiliki
wilayah paling luas di dunia. Hal ini tentu saja sangat membanggakan
kita.
Wilayah seluas itu tentu saja perlu dijaga. Untuk itu, pemerintah membentuk
Tentara Nasional Indonesia (TNI). TNI bertugas menjaga seluruh wilayah
Indonesia. Bila terjadi serangan, TNI maju ke depan untuk mempertahankan
negara kita. TNI akan berjuang sekuat tenaga demi nusa dan bangsa.
Untuk menjaga wilayah daratan, Indonesia memiliki TNI Angkatan Darat
(TNI-AD). Untuk menjaga wilayah lautan, Indonesia memiliki TNI Angkatan
Laut (TNI-AL). Untuk menjaga wilayah udara, Indonesia memiliki TNI Angkatan
Udara (TNI-AU).
Menjaga keutuhan wilayah yang begitu luas tentu tidak mudah. Menjaga
wilayah Indonesia bukan hanya tugas TNI. Kita semua wajib turut serta menjaga
Indonesia. Untuk itu, masyarakat juga membentuk sistem keamanan.
Di desa-desa, kita mengenal linmas (perlindungan masyarakat). Tugasnya
adalah menjaga keamanan di wilayah masing-masing.
Selain itu, masyarakat juga membentuk
siskamling (sistem keamanan
lingkungan). Anggota siskamling
dibentuk dari warga setempat. Mereka
menjaga keamanan wilayah masingmasing.
Mereka mendirikan pos-pos
ronda. Mereka melakukan ronda,
mengelilingi kampung setiap malam.
Inilah bentuk partisipasi masyarakat
dalam menjaga keutuhan NKRI.
Dengan menjaganya, Indonesia               Gambar : Pesawat tempur digunakan                                                                                     TNI-AU untuk menjaga wilayah udara RI
akan tetap bersatu. Bayangkan jika
Indonesia terpecah belah. Tidak ada lagi yang bisa kita banggakan. Kalian
tentu malu tinggal di negara yang hancur lebur, bukan? Oleh karena itu,
menjaga keutuhan NKRI sangat penting.

C.  Pendekatan dan Metode Pembelajaran
§  Pendekatan Kontekstual.
§  Pendekatan Cooperative Learning.
§  Diskusi dengan teman sebangku.
§  Tanya jawab.
§  Ceramah.
§  Penugasan.


D.  Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama
§  Kegiatan Awal
     Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama, presensi, apersepsi dan kepercayaan masing-masing, untuk mengawali pelajaran.
     Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
     Guru dan siswa bertanya jawab tentang fungsi peta dunia.

§  Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru menyiapkan sebuah peta dunia yang besar dan dapat dilihat oleh semua siswa.
F menjelaskan batas-batas utara, selatan, timur, dan barat NKRI, sementara itu siswa menyimaknya.

& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Diskusi kelas mengenai batas-batas tersebut pada peta secara acak dan berulang-ulang, dan siswa menebaknya dengan cepat. Dengan Demokratis
F Guru menyiapkan kelas diskusi.
F berdiskusi tentang tujuan penetapan batas-batas fisik NKRI dengan panduan guru. Dengan Rasa ingin tahu
F Siswa menceritakan hasil diskusi secara bergiliran

& Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
F bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

§  Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
     Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari dalam pertemuan itu untuk mengetahui pencapaian Indikator Pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
     Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
     Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.



Pertemuan Kedua
§  Kegiatan Awal
     Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama presensi, apersepsi dan kepercayaan masing-masing, untuk mengawali pelajaran.
     Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
     Guru dan siswa bertanya jawab tentang pengalaman bepergian ke pegunungan, laut, dan pengalaman naik pesawat terbang.

§  Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F menjelaskan tentang fungsi wilayah darat, laut, dan udara NKRI.

& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Guru membagi jumlah siswa di kelas dalam 3 kelompok atau kelipatannya. Dengan Demokratis
F Guru mengundi topik darat, laut, atau udara untuk semua kelompok. Dengan Rasa ingin tahu
F Siswa berdiskusi tentang topik yang mereka dapatkan.
F Siswa melaporkan hasil dikusi secara lisan di depan teman-teman.
F Teman-teman dari kelompok lain menanggapi hasil diskusi kelompok teman.

& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,Siswa :
F Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui
F Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.
§  Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
F melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
F memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
F merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
F menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.


E.  Sumber/Bahan Belajar
§  Peta dunia.
§  Gambar/foto tempat-tempat indah di Indonesia yang menunjukkan pemandangan darat, laut, dan udara.
§  Buku paket (Buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Kelas V, terbitan Narasumber umum.)

               F.  Penilaian  
Nilai Karakter
Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
§ Demokratis : Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain

§ Rasa ingin tahu : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar
§ Menjelaskan pengertian NKRI
§ Menyebutkan dasar hukum NKRI.
§ Menjelaskan satuan daerah otonom dalam NKRI.
§ Menjelaskan tentang hubungan luar negeri yang dilakukan NKRI
§  Menjelaskan fungsi pemilihan umum dan pengaruhnya terhadap NKRI.

§ Menunjukkan sisi utara selatan, timur, dan barat NKRI, serta menyebutkan nama negara atau perairan yang menjadi batas NKRI.
§ Menyebutkan posisi lintang dan bujur NKRI.
§ Memahami tujuan penetapan batas-batas fisik NKRI.
§ Menjelaskan fungsi wilayah daratan NKRI.
§ Menjelaskan fungsi wilayah laut NKRI.
§ Menjelaskan fungsi wilayah udara NKRI. 
§ Diskusi kelompok










§ Diskusi kelompok



§ Penilaian lisan.
§ Penilaian sikap (pengamatan perilaku).
§ Penilaian unjuk kerja (hasil diskusi).



§ Penilaian lisan.
§ Penilaian sikap (pengamatan perilaku).
§ Penilaian unjuk kerja (keberanian anak bercerita dan keterlibatan dalam diskusi).
§ NKRI adalah ....
§ Indonesia merupakan negara berbentuk ....
§ Satuan daerah otonom dalam NKRI misalnya ....
§ Indonesia memiliki bentuk negara kesatuan karena ....
§ NKRI perlu mengadakan Pemilihan Umum  untuk ....



§ Batas utara NKRI adalah ....
§ Batas selatan  NKRI adalah ....
§ Batas barat NKRI adalah ....
§ Batas timur NKRI adalah ....
§ Indonesia terletak di ... derajat ...
§ sampai ... derajat ..., dan ... derajat ...
§ sampai ... derajat ....
§ Fungsi wilayah daratan NKRI adalah ....
§ Fungsi wilayah laut NKRI adalah ....
§ Fungsi wilayah udara NKRI adalah ....
§ Zona Ekonomi Eksklusif adalah ....

Format Kriteria Penilaian      
&  Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

&  Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.
Pengetahuan



Sikap
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1
 Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Pengetahuan
Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.






 
 CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.



                                                                                        ............, ......................20 ...
Mengetahui                                                                             
  Kepala Sekolah                                                   Guru Mapel PKN.


  ..................................                                            ..................................
  NIP :                                                                     NIP :


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )


Nama Sekolah     :   ..................................
Mata Pelajaran    :  Pendidikan Kewarganegaraan                                  
Kelas                     :  V (Lima)
Semester               :   I (Satu)
Alokasi Waktu    :  6 x 35  menit (3 pertemuan).

Standar Kompetensi**              
1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kompetensi Dasar                      
1.2.    Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

A.  Tujuan Pembelajaran
§  Siswa dapat memahami arti penting keutuhan NKRI. ( NK. Bertanggung jawab : Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan,terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa )
§  Siswa dapat menjelaskan fungsi Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa. ( NIK. Semangat Kebangsaan : Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya )
§  Siswa dapat menjelaskan makna kesatuan wilayah Indonesia dari segi politik, sosial budaya, ekonomi, dan pertahanan-keamanan.

v  Karakter siswa yang diharapkan : 
§  Bertanggung jawab
§  Semangat Kebangsaan.

B.   Materi Ajar
§  Arti penting keutuhan NKRI
§  Fungsi Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa
§  Makna kesatuan wilayah Indonesia

C.   Pendekatan dan Metode Pembelajaran
§  Pendekatan Kontekstual.
§  Pendekatan Cooperative Learning.
§  Diskusi kelas.
§  Tanya jawab.
§  Ceramah.
§  Penugasan.

D.  Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama
§  Kegiatan Awal
     Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama presensi, apersepsi dan kepercayaan masing-masing, untuk mengawali pelajaran.
     Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
     Guru bertanya kepada siswa tentang kegiatan apa saja yang siswa lakukan setelah pulang dari sekolah.

§  Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru berceramah kepada siswa tentang kehidupan siswa yang damai dan tenang dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari (sekolah, bermain, berpergian, dan lain-lain); hubungannya dengan keragaman dan kekayaan budaya; kedaulatan Indonesia sebagai negara kesatuan; serta   legalitas negara yang lengkap dengan hukum dan peraturan.

& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F mengatur kelas diskusi dan membagi jumlah siswa dalam beberapa kelompok. Dengan Bertanggung jawab
F Siswa mendiskusikan arti penting keutuhan NKRI dengan panduan guru.
F Siswa menceritakan hasil diskusi secara bergiliran di depan teman-teman.
F Siswa lain menanggapi hasil diskusi kelompok teman

& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,Siswa :
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

§  Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari dalam pertemuan itu untuk mengetahui pencapaian Indikator Pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
F Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
F Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Pertemuan Kedua
§  Kegiatan Awal
     Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama, presensi, apersepsi dan kepercayaan masing-masing, untuk mengawali pelajaran.
     Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
     Guru dan siswa bertanya jawab tentang rutinitas siswa belajar di rumah.

§  Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru meminta seorang siswa membaca Pancasila dengan lantang di depan teman-teman, lalu siswa lain menirukannya.
F Siswa memperhatikan gambar lambang kelima sila pada burung garuda, dan guru menjelaskan makna lambang tersebut.

& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Guru menunjuk lambang sila pada gambar burung garuda secara acak dan siswa menebak menyebutkan isi silanya secara bersama-sama.
F Guru bercerita tentang sebab-seBab dirumuskannya Pancasila.
F Guru mengatur kelas untuk berdiskusi dan membagi siswa dalam beberapa kelompok. Dengan Semangat Kebangsaan
F Siswa mendiskusikan fungsi  Pancasila bagi NKRI dengan panduan guru.
F Siswa melaporkan hasil diskusi secara berkelompok

& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,Siswa :
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

§  Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari dalam pertemuan itu, untuk mengetahui pencapaian Indikator Pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
F Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
F Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk menutup pertemuan.

Pertemuan Ketiga
§  Kegiatan Awal
     Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama, presensi, apersepsi dan kepercayaan masing-masing, untuk mengawali pelajaran.
     Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
     Guru mengajak siswa bertanya jawab tentang kebiasaan membaca buku.

§  Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru memperkenalkan kosakata dalam berbagai segi kehidupan bernegara (misalnya kata “politik”, “sosial”, “budaya”, “ekonomi”, “pertahanan-keamanan”), lalu menjelaskan makna kata-kata itu secara general.

& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Siswa dan guru bertanya jawab tentang makna kesatuan wilayah Indonesia dari segi politik, sosial,  budaya, ekonomi, pertahanan-keamanan secara general. Dengan Bertanggung jawab
F Guru menyiapkan kelas diskusi.
F Siswa berdiskusi tentang makna kesatuan wilayah Indonesia dari segi politik, sosial, budaya, ekonomi, dan pertahanan-keamanan.
F Siswa melaporkan hasil diskusi.

& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,Siswa :
F memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
F memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
F memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
F memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
Ø  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø  membantu menyelesaikan masalah;
Ø  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
§  Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
F melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
F memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
F merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
F menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.   Sumber/Bahan Belajar
§  Buku paket (Buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Kelas V, terbitan Narasumber umum.)
§  Berbagai buku sejarah perjuangan bangsa.
§  Burung garuda Pancasila, beserta tamengnya.
§  Lagu ”Garuda Pancasila”.

F.   Penilaian 
Nilai Karakter
Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
§ Bertanggung jawab : Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan,terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa
§ Semangat Kebangsaan : Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya
§ Memahami arti penting keutuhan NKRI.






§ Mampu menjelaskan fungsi Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa.






§ Mampu menjelaskan makna kesatuan wilayah Indonesia dari keempat segi kehidupan bernegara (politik, sosial budaya, ekonomi, pertahanan-keamanan).
§ Tugas individu.






Tugas berkelompok









Tugas individu
§ Penilaian daya nalar.
§ Penilaian unjuk kerja (hasil diskusi).




§ Penilaian lisan.
§ Penilaian daya nalar.
§ Penilaian unjuk kerja (keberanian anak bercerita dan keterlibatan dalam diskusi).

§ Penilaian lisan.
§ Logika dan kreativitas contoh yang diberikan siswa.
§ Penilaian unjuk kerja (keberanian anak mengungkapkan isi pikiran)
§ Apa maksud semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
§ Apa saja usaha yang dilakukan pemimpin bangsa kita dahulu dalam mewujudkan NKRI?
§  Mengapa Indonesia berbentuk negara kesatuan?
§ Apa alasan dibentuknya Pacasila?
§ Apa fungsi Pancasila bagi NKRI?







§ Apa makna kesatuan wilayah Indonesia dari segi ekonomi?
§ Apa makna kesatuan wilayah Indonesia dari segi sosial-budaya?

Format Kriteria Penilaian      
&  Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

&  Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.
Pengetahuan



Sikap
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1

 Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Pengetahuan
Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.






 
 CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

                                                                                        ............, ......................20 ...
Mengetahui                                                                             
  Kepala Sekolah                                                   Guru Mapel PKN.



  ..................................                                            ..................................
  NIP :                                                                     NIP :


Berikut ini adalah link download RPP KTSP SD KELAS 5 SEMESTER 1 DAN 2.
Klik Disini untuk mendownload.
Terimakasih, semoga bermanfaat.